Di Tanah Air, demam Vespa dimulai ketika pasukan perdamaian Indonesia memperoleh tanda jasa dari Pemerintah Indonesia. Tanda jasa tersebut berupa skuter buatan Piaggio yang kemudian dijuluki Vespa Congo, yang diambil dari tempat pasukan itu bertugas.
Sejak saat itu, kecintaan publik otomotif Tanah Air kepada Vespa pun mulai meningkat. Dari berbagai varian Vespa yang meluncur di Indonesia, Vespa PS Series merupakan salah satu model skuter yang cukup diminati scooterist di Indonesia.
Desain yang unik, terutama di bagian bodi dan kaki-kaki, menjadikan PS Series sebagai varian baru di zamannya. Kabarnya, varian ini sengaja diciptakan dan didesain untuk kaum perempuan. Ini tampak pada pengaplikasian desain bodi Vespa PX, namun mengusung velg ring 8 di sektor kaki untuk menyesuaikan dengan postur tubuh kebanyakan kaum Hawa.
Salah satu Vespa PS Series yang pernah dimunculkan adalah P150S Strada. Vespa ini diproduksi antara rentang tahun 1983-1984 dan 1986-1987. Pada kurun waktu tersebut, Vespa Strada masih mengusung sistem pengapian jenis platina, menggunakan speedometer berbentuk bulat, serta tempat kunci yang sudah menyatu dengan kunci stang (kemudi).
Lalu, pada tahun 1986, 1987, dan 1988, Strada II diproduksi dan sudah menggunakan sistem pengapian CDI. Meski masih mengusung model speedometer bulat, namun Strada II telah dibekali kopling yang lebih besar dan hadir dengan lampu sein. Kabarnya, Vespa Strada II ini merupakan generasi pamungkas dari Vespa PS Series.
Sama seperti P150S Series lainnya, Vespa Strada juga menggendong mesin bertipe 2-stroke, silinder tunggal, berkapasitas 149cc, air-cooled, dengan rasio kompresi 8,2:1. Dengan bekal tersebut, skuter ini mampu memuntahkan tenaga hingga 5,5 kW atau 7,5 hp pada putaran 5.750 rpm, yang disalurkan melalui sistem transmisi manual 4 percepatan.
Berikut spesifikasi teknis Vespa Strada.
| Engine | Two stroke single cylinder |
| Capacity | 149cc atau 9,1 cub in |
| Bore x Stroke | 57, 8 mm x 57 mm |
| Compression | 8,2:1 |
| Carburetor | Dell'Orto SI 20/20 D |
| Cooling | Air cooled, forced |
| Fuel Mixture | 1:50 |
| Ignition | Contact breaker and coil |
| Starting | Kick start |
| Battery | 12V |
| Clutch | Wet, multiplate |
| Max Power | 5,5 kW atau 7,5 hp @ 5.750 rpm |
| Transmission | 4 Speed, grip-shift, constant mesh |
| Frame | Pressed sheet steel, streamlined monocoque structure |
| Front Suspension | Trail arm with coil spring and damper |
| Rear Suspension | Coil spring with damper |
| Front Brakes | 125 mm drum |
| Rear Brakes | 127 mm drum |
| Front Tyre | 3,5 x 8 inci |
| Rear Tyre | 3,5 x 8 inci |
| Dimensions | Length 1.740 mm, Width 670 mm |
| Wheelbase | 1.200 mm |
| Dry Weight | 98 kg |
| Fuel Capacity | 7,5 L |
| Top Speed | 90 km/jam |






